| Peserta antusias menyimak dongeng dan operet boneka yang digelar Komunitas Dobaba di Danau Resto Purwodadi, Minggu (31/5/2026). |
Grobogan, soearamoeria.com – Komunitas Dobaba (Dolanan Bareng-bareng) menggelar Konser Dongeng dan Operet Boneka di Danau Resto Purwodadi pada Minggu (31/5/2026). Acara yang dikemas secara jenaka dan edukatif ini berhasil menghibur ratusan anak-anak di wilayah Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.
Ketua Panitia Acara, Huda, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Dobaba ini sengaja dihadirkan untuk memberikan warna baru di Danau Resto. Selain menikmati pertunjukan, anak-anak beserta keluarga juga dapat mengenal fasilitas destinasi wisata lokal, termasuk area rekreasi berenang.
"Kami berharap acara seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, mungkin setiap dua bulan sekali. Untuk edisi kali ini, kami mengusung tema 'Liburan Seru Tanpa HP' dengan misi mengajak anak-anak memiliki kegiatan yang positif serta mengurangi ketergantungan pada gawai (smartphone)," ujar Huda.
Kemeriahan acara terlihat dari hadirnya sekitar 500 peserta yang terdiri dari anak-anak dan orang tua pendamping. Mereka tampak tertawa lepas menikmati aksi panggung yang interaktif dari kru Dobaba.
Para peserta datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Grobogan, antara lain: Kecamatan Wirosari, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Penawangan, Kecamatan Geyer, Kecamatan Klambu, Kecamatan Toroh, Kecamatan Godong, dan sekitarnya.
Menariknya, tingginya antusiasme warga terlihat dari cara mereka mendatangi lokasi acara. Beberapa kelompok penonton rela menyewa dan membuat rombongan menggunakan kereta kelinci, sementara sebagian besar lainnya hadir bersama seluruh anggota keluarga mereka.
Suasana konser dongeng menjadi sangat hidup berkat penampilan memukau dari para pendongeng senior Dobaba. Di antaranya adalah Kak Erwin, Kak Dini, Kak Ofi, Kak Firin, dan Kak Addien, yang secara bergantian membawakan cerita-cerita jenaka berbalut pesan moral yang mendalam.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat khususnya orang tua semakin meningkat dalam membatasi waktu penggunaan gawai pada anak, serta menggantinya dengan aktivitas luar ruangan yang lebih sehat dan edukatif. (Maftuhan)