Notification

×

Iklan

Iklan

Tingkatkan Keahlian Berbahasa Inggris, 48 Siswa SMP Al Madina Wonosobo Ikuti IES di Pare Kediri

Minggu, 04 Januari 2026 | 16:58 WIB Last Updated 2026-01-04T09:58:31Z
Siswa Al Madina berangkat ke Pare Kediri untuk mengikuti kegiatan Immersive English Study (IES). 


Wonosobo, soearamoeria.com - Sebagai upaya mencetak generasi yang kompeten di kancah global, SMP Al Madina Wonosobo memberangkatkan 48 siswa Program Bilingual untuk mengikuti kegiatan Immersive English Study (IES) di Kampung Inggris Pare, Kediri Minggu, (4/1/2026). 


Program ini berlangsung selama sembilan hari dan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris secara intensif di luar kelas formal.


Kegiatan IES dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan supporting environment yang mendorong siswa mempraktikkan bahasa Inggris secara aktif. 


Meski telah mendapatkan kurikulum bilingual di sekolah, penggunaan bahasa Inggris di luar jam pelajaran masih terbatas. Kampung Inggris Pare dipilih karena dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia dengan penerapan kawasan berbahasa Inggris (English Area) selama 24 jam.



Program ini juga merupakan bentuk tindak lanjut dari kegiatan English Capacity Building for NU Teachers Batch-1, hasil kerja sama LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dengan YPI Nasima Semarang. 


Program tersebut merupakan pelatihan bahasa Inggris intensif bagi guru, ustadz/ustadzah, serta pendidik di sekolah dan pesantren di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah.


Dalam program tersebut, LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo mengutus Ustadzah Nadia Ningsih Kusuma Efendi sebagai peserta untuk mengikuti kursus bahasa Inggris intensif di pusat pembelajaran Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur, selama enam pekan. 


Pengalaman dan hasil dari program penguatan kapasitas pendidik inilah yang kemudian direplikasi dan dikembangkan dalam bentuk program Immersive English Study bagi siswa Program Bilingual SMP Al Madina Wonosobo.


Kepala SMP Al Madina Wonosobo, Faizal Arifin, S.Pd., yang akrab disapa Ustadz Faiz, menjelaskan bahwa program ini memiliki sejumlah tujuan strategis. 


Di antaranya adalah penguatan mental dan kepercayaan diri siswa agar berani berkomunikasi dalam bahasa Inggris tanpa takut salah (breaking the silence), akselerasi kemampuan berbahasa melalui peningkatan vocabulary, pronunciation, dan speaking, serta pembentukan kemandirian dan kedisiplinan melalui kehidupan berasrama dengan jadwal kegiatan padat dari kelas pagi hingga nightly speaking.


“Melalui program ini kami berharap siswa kembali ke sekolah dengan budaya berbahasa Inggris yang lebih kuat dan mampu menjadi penggerak (pioneer) penggunaan bahasa Inggris di lingkungan sekolah,” ujar Hafsha Tsaqieba, siswa kelas VII yang menjadi salah satu peserta program.


Program IES ini juga dirancang sebagai stimulus bagi agenda lanjutan berupa student exchange ke luar negeri yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang. 


Ketua Yayasan Al Madina, Dr. KH. Abdul Majid, M. Pd berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan program semata, melainkan diikuti dengan tindak lanjut berkelanjutan untuk menjaga budaya berbahasa global sesuai visi sekolah yang berwawasan internasional, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.


Selain aspek akademik, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antarsiswa melalui berbagai aktivitas luar ruangan serta kunjungan edukatif yang menjadi bagian dari paket pembelajaran di Kampung Inggris Pare. (ah)

close close