| Peluncuran buku Ushul Fikih Kontemporer: Epistemologi, Metodologi, dan Transformasi Hukum Islam di Era Modern. |
Yogyakarta, soearamoeria.com - Karya akademik berjudul Ushul Fikih Kontemporer: Epistemologi, Metodologi, dan Transformasi Hukum Islam di Era Modern yang turut ditulis oleh tim penulis, salah satunya Direktur Program Pascasarjana INISNU Temanggung, Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., resmi diluncurkan dalam rangkaian acara pelepasan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A., pada Rabu (10/6/2026).
Peluncuran buku tersebut berlangsung di Ruang Technoclass Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjang Prof. Syamsul Anwar dalam dunia akademik sekaligus apresiasi terhadap kontribusi ilmiah para penulis yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut.
Dr. Muhammad Syakur menjadi salah satu penulis dalam buku bunga rampai yang menghimpun gagasan para akademisi dan pakar hukum Islam. Selain dirinya, buku ini juga ditulis oleh Prof. Dr. Syamsul Anwar, Dr. Ocktoberrinsyah, Agus Moh. Najib, Dr. Ali Sodiqin, Moh. Tamtowi, dan sejumlah akademisi lainnya. Buku setebal 351 halaman tersebut diterbitkan oleh Lembaga Kajian Dialektika pada Mei 2026.
Dalam undangan resmi yang diterbitkan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, Dr. Muhammad Syakur diundang secara khusus sebagai salah satu penulis untuk menghadiri acara peluncuran buku tersebut yang dirangkaikan dengan agenda purnatugas Prof. Syamsul Anwar.
Buku Ushul Fikih Kontemporer menawarkan pembacaan baru terhadap perkembangan ushul fikih di tengah tantangan era modern. Karya ini mengulas transformasi metodologi hukum Islam dari pendekatan klasik menuju pendekatan yang lebih dinamis, kolektif, dan interdisipliner.
Selain membahas aspek epistemologis dan metodologis, buku ini juga menyoroti relevansi ushul fikih dalam isu legislasi nasional, kewarganegaraan, kebijakan publik, hak asasi manusia, toleransi beragama, hingga keadilan bagi kelompok disabilitas.
Menurut Dr. Muhammad Syakur, keterlibatannya dalam buku tersebut menjadi bagian dari ikhtiar akademik untuk terus mengembangkan kajian hukum Islam yang responsif terhadap perkembangan zaman. Kehadiran buku ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan ushul fikih sekaligus menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, praktisi hukum, dan masyarakat luas.
Rektorat dan sivitas akademika INISNU Temanggung menyambut positif peluncuran buku tersebut. Keterlibatan Direktur Pascasarjana INISNU Temanggung sebagai salah satu kontributor menunjukkan komitmen kampus dalam memperkuat budaya akademik, publikasi ilmiah, dan kontribusi pemikiran bagi pengembangan studi Islam kontemporer di tingkat nasional.
Peluncuran buku ini menjadi momentum penting yang menandai estafet keilmuan dari Prof. Syamsul Anwar kepada generasi akademisi berikutnya. Melalui karya kolaboratif tersebut, semangat pengembangan hukum Islam yang moderat, humanis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern diharapkan terus tumbuh dan berkembang. (ah)