![]() |
| Workshop penguatan Jurnal Hikmatuna menuju Scopus Selasa-Rabu (7-8/4/2026) di Ruang Meeting Gedung B Kampus 1 UIN Gus Dur Pekalongan. |
Pekalongan, soearamoeria.com - Pascasarjana Universitas Islam Negeri K. H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan mengadakan acara "Workshop Penguatan Jurnal Hikmatuna Menuju Scopus" selama dua hari, Selasa-Rabu (7-8/4/2026) bertempat di Ruang Meeting Gedung B Kampus 1 UIN Gus Dur Pekalongan.
Acara ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman yakni Prof. Dr. Khamami Zada, M.A. (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Editor In Chief Jurnal Ahkam) dan Dr. Busro, M.Ag. (Koordinator Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung).
Pada hari pertama, Prof. Dr. Khamami Zada, M.A., menegaskan bahwa hasil penilaian dari Scopus terhadap Jurnal Hikmatuna harus dibaca secara kritis dan konstruktif sebagai peta jalan perbaikan, bukan sekadar penolakan administratif.
Ia menggarisbawahi bahwa salah satu persoalan utama yang disoroti oleh Scopus Content Selection and Advisory Board (CSAB) adalah belum kuatnya identitas keilmuan jurnal, sehingga Hikmatuna masih terkesan sebagai “jurnal segala bidang” dalam studi Islam.
“Keluasan cakupan tanpa fokus yang tajam justru melemahkan positioning jurnal di tengah persaingan global yang sangat padat.” terangnya.
Prof. Khamami juga menyoroti aspek tata kelola editorial dan visibilitas internasional sebagai titik lemah yang harus segera dibenahi. Komposisi editorial board yang masih terbatas secara global, minimnya keterlibatan akademisi bereputasi internasional, serta rendahnya sitasi dari komunitas ilmiah global, menurutnya, menunjukkan bahwa Hikmatuna belum sepenuhnya hadir sebagai bagian dari ekosistem jurnal internasional.
“Transformasi Hikmatuna menuju Scopus harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup penguatan identitas riset, peningkatan kualitas artikel berbasis riset empiris, perluasan jejaring internasional, serta strategi peningkatan sitasi dan visibilitas global secara berkelanjutan.” imbuhnya.
Sementara itu, Dr. Busro dalam pemaparannya menekankan pentingnya langkah strategis yang komprehensif, mulai dari reposisi identitas jurnal dengan fokus yang lebih spesifik, reformasi kualitas editorial melalui pengetatan *desk review* dan standar kontribusi artikel, hingga internasionalisasi yang nyata pada editorial board, penulis, dan jejaring akademik.
"Keberhasilan menuju Scopus tidak hanya ditentukan oleh niat, tetapi oleh kesiapan sistem pengelolaan jurnal yang konsisten, terukur, dan mampu menunjukkan peningkatan kualitas," jelasnya.
Direktur Pascasarjana UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag., secara resmi membuka acara tersebut dan menyampaikan Pascasarjana memiliki komitmen penuh untuk mendukung transformasi Hikmatuna melalui peningkatan kualitas riset, penguatan budaya publikasi ilmiah, serta fasilitasi kolaborasi internasional.
“Dengan langkah strategis dan konsistensi perbaikan, ia optimistis Jurnal Hikmatuna dapat kembali mengajukan diri ke Scopus dengan kesiapan yang lebih matang dan berdaya saing tinggi di tingkat global," ucapnya.
Prof. Dr. Susminingsih, M.Ag., selaku Managing Editor Jurnal Hikmatuna, menyampaikan bahwa proses pengajuan ke Scopus merupakan bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan reputasi jurnal. Meskipun pengajuan sebelumnya belum berhasil dan mendapatkan penolakan dari CSAB, hal tersebut dipandang sebagai umpan balik konstruktif yang sangat berharga.
“Catatan evaluasi dari Scopus memberikan arah yang jelas terkait aspek-aspek yang perlu diperkuat, mulai dari konsistensi kualitas artikel, internasionalisasi penulis dan editor, hingga peningkatan visibilitas dan sitasi.” Ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Susminingsih menekankan bahwa Workshop Penguatan Jurnal Hikmatuna ini menjadi momentum strategis untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh dan terarah. Ia mengajak seluruh tim editor, reviewer, dan stakeholder terkait untuk bersama-sama berkomitmen meningkatkan standar pengelolaan jurnal sesuai dengan kriteria internasional.
“Dengan kerja kolaboratif dan perbaikan berkelanjutan, kami optimistis Jurnal Hikmatuna dapat kembali mengajukan diri ke Scopus dengan kualitas yang lebih siap dan berdaya saing global, sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan.”tambahnya.
Acara yang dimoderatori oleh Khairul Anwar, M.E. ini juga dihadiri oleh Dr. Taufiqur Rohman, M.Ag., selaku editor Jurnal Hikmatuna, para pengelola Pascasarjana UIN Gus Dur, dan Kepala Pusat Publikasi Dr. Achwan Baharudin, M.Hum. (Khairul Anwar)
