![]() |
| Kegiatan parenting PAUD Dunia Anak Al Hikmah Mulyoharjo Jepara pada 6 April 2026. |
Jepara, soearamoeria.com - Pemandangan berbeda terlihat di sebuah ruang kelas PAUD pada Senin pagi. Tidak ada suara musik dari gawai atau tontonan video. Sebaliknya, ruangan riuh oleh tawa anak-anak berseragam ungu yang asyik duduk lesehan bersama ibu mereka. Bukan untuk mengambil rapor, para ibu ini datang untuk “bekerja sama” menyulap tumpukan kardus bekas menjadi mainan edukasi yang seru.
Kegiatan parenting dilaksanakan di PAUD Dunia Anak Al Hikmah Mulyoharjo Jepara pada tanggal 6 April 2026 pukul 08.30 WIB. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi guru, siswa kelompok usia 4-5 tahun yang berjumlah 10 anak dan orang tua siswa yang berjumlah 9 orang karena 1 orang tua berhalangan hadir.
Kegiatan bertajuk sinergi kreatif ini menjadi jawaban ditengah kekhawatiran orang tua terhadap ketergantungan anak pada gadget. Di tangan para ibu dan anak ini, kardus yang biasanya berakhir di tempat sampah disulap menjadi alat peraga menarik, mulai dari papan angka warna-warni hingga jamur berhitung.
Guru kelas yang bertindak sebagai pelaksana sekaligus pengarah teknis, Astri Nurul Hidayah menyampaikan bahwa tujuan utama mengadakan parenting kolaboratif ini adalah melatih orang tua agar mampu memanfaatkan barang bekas menjadi media edukatif yang menarik.
"Dengan membuat jamur hitung ini, kita tidak hanya mengajarkan anak mencintai lingkungan, tetapi juga melatih motorik halus saat mereka menggunting dan menempel, serta mengasah kemampuan kognitif anak dalam berhitung dengan cara yang menyenangkan."
Guru kelas berperan penting sebagai fasilitator dan pengarah dalam kegiatan ini. Sebelum membuat media APE, guru memperkenalkan media dan menjelasakan cara bermain, yaitu dengan memasukkan sejumlah cutton bud ke dalam lubang jamur sesuai angka yang diinstrusikan.
Misalnya guru menyebutkan angka 4, maka anak mencari tulisan angka 4 di bawah gambar jamur lalu memasukkan cutton bud sejumlah angka yang disebutkan ke lubang jamur.
Kegiatan pembuatan jamur hitung dimulai dengan anak menggunting gambar jamur yang telah disiapkan guru lalu menempelkannya di atas kardus, kemudian ibu membantu melubangi jamur yang telah ditempel dan menyiapkan cutton bud.
Dengan arahan guru, orang tua jadi paham bahwa membuat alat belajar yang berkualitas tidak harus mahal. Penggunaan bahan kardus bekas secara tidak langsung mengajarakan anak untuk mencintai lingkungan sejak dini dan melatih anak menciptakan media pembelajaran yang menarik melalui barang bekas. (ah)
