Notification

×

Iklan

Iklan

GP Ansor Jatim dan Konjen Tiongkok Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Pengembangan SDM

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23 WIB Last Updated 2026-03-14T01:23:20Z

 

Kerja sama PW Ansor Jawa Timur dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Kantor Ansor Jatim pada Jumat (13/3/2026). 


Surabaya, soearamoeria.com - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur menerima kunjungan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, dipimpin Ye Su. 


Pertemuan di kantor PW GP Ansor Jatim, Jumat (13/3/2026), berlangsung hangat. Ini bukan sekadar silaturahmi diplomatik, melainkan langkah mempererat hubungan antarmasyarakat. GP Ansor Jatim siap perkuat kerja sama ekonomi dan pengembangan SDM, sekaligus jaga stabilitas sosial.

 

Ketua PW GP Ansor Jatim, Musaffa' Safril, menyambut baik kunjungan ini. Ia menilai momen ini penting untuk luaskan dialog budaya dan buka peluang kerja sama lebih luas. Hubungan Indonesia dan Tiongkok terjalin lama lewat perdagangan, pertukaran budaya, dan hubungan antarmasyarakat. Kini, hubungan itu makin positif, terutama di ekonomi, perdagangan, teknologi, dan investasi. 



Musaffa' menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut sejumlah proyek investasi Tiongkok yang tengah berkembang. Mulai dari smelter aluminium di Pasuruan, pengembangan kawasan industri JIIPE, kawasan industri halal di Sidoarjo, hingga peluang di pertanian dan teknologi.


 “Investasi ini berpotensi buka lapangan kerja baru, percepat transfer teknologi, dan tingkatkan daya saing industri nasional,” ujar Musaffa' Safril.

 

Namun, Musaffa' beri catatan kritis. Keberhasilan pembangunan tak hanya ditentukan modal dan teknologi. Ia sangat bergantung pada dukungan masyarakat, stabilitas sosial, dan kualitas SDM. Poin ini penting karena seringkali dalam investasi besar, aspek sosial dan kesejahteraan lokal terpinggirkan.

 

“Di sinilah peran organisasi kepemudaan dan masyarakat sipil penting. Mereka menjaga harmoni sosial dan bangun ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Musaffa'. 


Sebagai organisasi yang berakar dari NU, GP Ansor punya jaringan kader luas hingga tingkat desa. Dengan basis sosial kuat ini, GP Ansor komitmen jaga stabilitas dan dukung pembangunan ekonomi yang berkeadilan.

 

Pernyataan ini soroti peran ganda: dukung kemajuan ekonomi tapi tak lupakan akar sosial. Kritikan tersiratnya adalah investasi asing harus beriringan dengan pemberdayaan masyarakat lokal. 


Jika hanya kejar keuntungan tanpa peduli warga setempat, kesenjangan sosial bisa muncul dan ganggu stabilitas. Oleh karena itu, GP Ansor buka ruang dialog dan kerja sama, khususnya di pengembangan SDM, pertanian modern, industri halal, pendidikan, dan ekonomi berbasis masyarakat. 


Ini bukti GP Ansor ingin pastikan kerja sama bermanfaat nyata bagi warga akar rumput.

 

Di sisi lain, kunjungan dan sambutan positif Konjen Tiongkok jadi sinyal niat baik bangun hubungan saling menguntungkan. Bukan hanya di level pemerintah dan bisnis, tapi juga masyarakat sipil. 


Apresiasi GP Ansor atas dukungan Konjen bukti hubungan ini dibangun atas dasar saling menghargai.

 

Pertemuan PW GP Ansor Jatim dan Konjen Tiongkok buktikan hubungan antarbangsa tak hanya dibangun pemerintah dan pelaku bisnis. Masyarakat sipil dan generasi muda juga punya peran besar. 


GP Ansor, dengan jaringan dan komitmennya, hadir sebagai jembatan. Ia pastikan kerja sama ekonomi dan investasi berjalan seiring keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. (ik)

close close