![]() |
| Miftahul Arifin sangat cekatan membantu memperbaiki sepeda motor pemudik yang sepedanya mogok. |
Bojonegoro, soearamoeria.com - Rantai putus, ban bocor, atau mesin mogok di tengah jalanan sepi dini hari bisa jadi mimpi buruk bagi setiap pemudik. Tapi di Jalur Mudik Bojonegoro, ada kelompok yang siap menjadi penolong tak terduga.
Anggota Banser dari Baureno dan Balen berdiri tegak siap siaga di Posko Mudik Satkoryon, menjalankan tugas kemanusiaan dengan penuh dedikasi. Mereka bukan hanya penjaga keamanan, melainkan juga teknisi yang siap membantu, memastikan setiap pemudik perjalanan pulang kampung berjalan dengan aman dan lancar.
Kegiatan pengabdian Banser Baureno dan Balen tercatat jelas dalam beberapa momen kritis. Pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 02.23 WIB, sebuah insiden menimpa pemudik roda dua asal Kabupaten Lamongan yang hendak menuju Rengel, Tuban. Saat melintas jalur alternatif Kecamatan Kanor, tepat di sekitar Jembatan Kare, rantai motornya tiba-tiba putus.
Di tengah kesunyian dini hari dan minimnya bantuan di lokasi terpencil, personel Banser yang berjaga langsung merespons cepat. Dengan keterampilan mekanik yang dimiliki, mereka memperbaiki motor tersebut di lokasi hingga pemudik bisa melanjutkan perjalanan dengan aman.
Tak berhenti di situ, komitmen ini kembali teruji pada Senin, 16 Maret 2026. Sekitar pukul 02.56 WIB, seorang pemudik asal Surabaya yang menuju Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, mengalami masalah ban bocor. Tanpa menunggu lama, tim Banser segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menambal ban dengan sigap.
Bahkan, tak berselang lama pada pukul 04.20 WIB di hari yang sama, pemudik lain yang mengalami kendala serupa juga mendapatkan penanganan cepat dari personel posko.
Kesiagaan ini juga ditunjukkan oleh Banser Balen pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 02.00 WIB. Di dini hari yang sejuk, mereka kembali sigap menolong seorang pemudik yang mengalami ban bocor, memastikan perjalanan orang tersebut tidak terhambat terlalu lama.
Rangkaian kejadian ini menunjukkan bahwa kehadiran Banser bukan sekadar formalitas, melainkan hadir nyata di setiap titik rawan yang membutuhkan pertolongan.
Ketua PAC GP Ansor Baureno, Yajma’udin, menjelaskan bahwa seluruh personel memang disiagakan penuh selama periode arus mudik, termasuk pada jam-jam yang sering diabaikan. "Kami memang siaga 24 jam. Justru di waktu dini hari seperti ini, pemudik sering mengalami kendala dan sulit mendapatkan bantuan. Maka kehadiran Banser di posko ini diharapkan bisa benar-benar dirasakan manfaatnya," ujarnya pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Mochammad Nurwahyudi, menyoroti esensi dari kehadiran Banser di tengah masyarakat. "Banser tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tapi juga dalam situasi nyata di tengah masyarakat. Membantu pemudik adalah bagian dari khidmah kami untuk memastikan perjalanan masyarakat aman dan lancar," tegasnya. (ik)
.jpg)