![]() |
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril. |
Surabaya, soearamoeria.com - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur mengecam keras tindakan penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang dilakukan oleh orang tidak dikenal.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, menyatakan bahwa tindakan kekerasan tersebut merupakan bentuk kriminalitas serius yang tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum. Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami mendukung Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk segera mengusut tuntas siapa aktor di balik penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Penegakan hukum yang transparan dan cepat sangat penting agar masyarakat merasa tenang dan kasus ini tidak berkembang menjadi bola liar di ruang publik,” ujar Musaffa dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, kepolisian tidak boleh hanya berfokus pada penanganan medis korban semata, tetapi juga harus memastikan proses penyelidikan berjalan secara serius hingga menemukan seluruh pihak yang bertanggung jawab.
“Polisi agar tidak hanya fokus pada penyembuhan korban, tetapi benar-benar mengusut tuntas kasus tersebut. Tidak hanya pelaku yang menyiramkan air keras di lapangan, tetapi juga harus mengungkap siapa aktor intelektual di balik tindakan tersebut,” tegasnya.
Musaffa menambahkan bahwa kekerasan terhadap aktivis masyarakat sipil merupakan ancaman bagi kehidupan demokrasi dan supremasi hukum. Karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan terhadap setiap warga negara yang memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan hak asasi manusia.
PW GP Ansor Jawa Timur juga menyampaikan solidaritas kepada Andrie Yunus serta berharap korban segera pulih dari luka yang dialaminya.
“Kami mendoakan agar saudara Andrie Yunus segera mendapatkan pemulihan terbaik. Pada saat yang sama, penegakan hukum harus berjalan secara tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, PW GP Ansor Jawa Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dari spekulasi yang tidak berdasar dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional.
“Mari kita percayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang, sambil tetap mengawal agar proses penegakan hukum berjalan transparan, adil, dan tuntas,” pungkas Musaffa. (ik)
