Notification

×

Iklan

Iklan

Tingkatkan Kualitas Guru MI, KKM 02 Gelar Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

Minggu, 25 Januari 2026 | 22:34 WIB Last Updated 2026-01-25T15:34:19Z
Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning bagi kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI). 


Grobogan, soearamoeria.com - Kelompok Kerja Madrasah (KKM) 02 sukses menggelar kegiatan diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning bagi kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI). 


Kegiatan intensif ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 24 hingga 25 Januari 2026, bertempat di Ballroom lantai 2 Hotel Front One Purwodadi.


Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) ini diikuti oleh sedikitnya 150 peserta yang terdiri dari guru kelas 1 hingga kelas 6. Para peserta berasal dari 1 MIN dan 16 MI Swasta yang tersebar di wilayah Kecamatan Penawangan, Karangrayung, dan Godong.


Dalam sambutannya, Ketua KKM 02, Mutmainah, menekankan pentingnya pendekatan afektif dalam pendidikan Islam. "Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI ini berpijak pada Panca Cinta, yaitu: Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama, dan Cinta Tanah Air."


"Tujuannya adalah membentuk generasi berkarakter humanis, spiritual, dan berwawasan kebangsaan melalui internalisasi nilai kasih sayang dan empati. Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan pembentukan jiwa," ujar Mutmainah.


Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi regulasi terbaru. Implementasi kurikulum di madrasah merujuk pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 22 September 2025. Peraturan ini menyempurnakan KMA 450 Tahun 2024 dan KMA 347 Tahun 2022.


Ditambahkan, Deep Learning (Pembelajaran Mendalam): mengajak siswa untuk berpikir kritis dan memahami materi secara substansial.


Adapun mengenai 8 dimensi profil lulusan imbuhnya membentuk individu yang holistik meliputi aspek keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.


"Dengan pendekatan ini, lulusan madrasah diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global dengan kecakapan hidup yang mumpuni," pungkasnya. (Maftuhan)

close close