Notification

×

Iklan

Iklan

Madrasah Bertransformasi Digital, LP Ma’arif NU Pekalongan Latih 105 Guru MI Coding dan AI

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:41 WIB Last Updated 2026-01-08T02:41:56Z
Ratusan guru MI di Kabupaten Pekalongan ikuti pelatihan Coding dan AI selama 2 hari, Selasa-Rabu (6-7/1/2026). 


Pekalongan, soearamoeria.com - Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan Bidang Madrasah Ibtidaiyah (MI) menyelenggarakan Pelatihan Coding dan Artificial Intelligence (AI) selama dua hari, Selasa–Rabu (6–7/1/2026). 


Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Makan Kulu Asri, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, dan diikuti oleh 105 guru MI di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan.


Pelatihan ini digelar sebagai bentuk respon cepat terhadap regulasi baru dunia pendidikan madrasah, khususnya terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum Madrasah. Dalam kebijakan tersebut, mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) ditetapkan sebagai mata pelajaran pilihan untuk kelas V dan VI jenjang MI/SD.


Ketua Panitia Pelatihan, Herru Susanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali para guru agar siap mengimplementasikan kurikulum baru di madrasah. “Pelatihan Coding dan AI ini kami gagas sebagai langkah strategis untuk menyiapkan guru MI agar mampu memahami dan mengajarkan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial sesuai dengan amanat KMA Nomor 1503 Tahun 2025,” ujarnya.


Ia menjelaskan, peserta pelatihan dibagi menjadi dua gelombang agar proses pembelajaran lebih efektif. Selama dua hari, para guru mendapatkan materi inti tentang dasar-dasar koding dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran, yang disampaikan oleh narasumber utama Muhammad Fahmi Latif, S.Kom., guru SMAN Kedungwuni.


Selain materi teknis, pelatihan ini juga menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Dr. Drs. H. Ahmad Farid, M.S.I., yang menyampaikan materi kebijakan terkait KMA 1503 Tahun 2025. Dalam paparannya, Ahmad Farid menegaskan bahwa madrasah harus adaptif terhadap dinamika regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan.


“Madrasah tidak boleh tertinggal. Regulasi sudah berubah, maka satuan pendidikan harus segera menyesuaikan. KMA terbaru menekankan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan dua pendekatan ini, kita berharap pembelajaran di madrasah menjadi lebih bermakna,” tuturnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelatihan yang diselenggarakan LP Ma’arif NU. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara Kementerian Agama dan LP Ma’arif NU dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah. 


Prosesi pembukaan pelatihan coding dan artificial intelegence LP Maarif NU Kabupaten Pekalongan. 


“Kami sangat berterima kasih. Ini bagian dari kolaborasi yang terus kami bangun bersama para pemangku kepentingan pendidikan,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Daenuri, M.Pd.I., mengapresiasi inisiatif Bidang MI yang telah memprakarsai kegiatan pelatihan tersebut. Ia menilai pelatihan Coding dan AI merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan perkembangan zaman dan penguatan relevansi pendidikan madrasah.


“AI bukan lagi masa depan, tetapi sudah menjadi alat kerja hari ini. Guru tidak boleh gagap teknologi. Dunia pendidikan berkembang sangat cepat, sehingga guru harus melek IT sebelum mengenalkan teknologi kepada siswa,” tegas Daenuri.


Ia menambahkan, pembelajaran AI tidak semata-mata soal teknis dan logika operasional, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan kemandirian, kreativitas, serta kemampuan berpikir logis, terstruktur, dan sistematis. Menurutnya, guru adalah garda terdepan pendidikan. 


“Jika gurunya melek teknologi, maka siswa madrasah akan mampu bersaing di kancah global. Namun perlu diingat, teknologi hanyalah wasilah, peran utama tetap ada di tangan guru,” ujarnya.


Dalam penutup sambutannya, Daenuri menyampaikan filosofi “3P” yang perlu dibenahi oleh madrasah, yakni penampilan, pelayanan, dan prestasi. Penampilan madrasah harus menarik dan tertata rapi, pelayanan pembelajaran kepada siswa dan orang tua harus prima, serta madrasah harus mampu menunjukkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik.


Kegiatan pembukaan pelatihan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten Pekalongan H. Moh. Irkham, S.Ag., M.Pd.I., para pengawas Madrasah Ibtidaiyah, Ketua Bidang MI LP Ma’arif NU Riza Ismail, S.Pd., beserta jajaran.


Melalui pelatihan ini, LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan berharap para guru MI semakin siap menghadapi transformasi digital pendidikan dan mampu mengimplementasikan pembelajaran koding dan AI secara bijak, kreatif, serta selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan yang menjadi ruh pendidikan madrasah. (Muhammad Syaikhul Alim)

close close