PBAK Momen Beradaptasi dengan Kampus - Soeara Moeria

Breaking

Wednesday, 9 September 2020

PBAK Momen Beradaptasi dengan Kampus

PBAK FPK UIN Walisongo Semarang tahun 2020.

Semarang, soearamoeria.com - Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang tahun 2020 mengangkat tema "Harmoni Moderasi Beragama sebagai Penguatan Nilai-nilai Kebangsaan" yang dilaksanakan secara daring sebagai langkah cerdas mensikapi pandemi covid-19 pada Rabu (9/9/2020).


Dijelaskan Dekan FPK UIN Walisongo, Syamsul Ma'arif bahwa PBAK atau Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan dapat menjadi momen sekaligus katalis mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kegiatan perkuliahan dan kehidupan kampus di FPK.


Pihaknya mengajak mahasiswa baru lewat forum yang dilaksanakan secara daring itu, agar mahasiswa mengenali dulu tentang apa-apa saja yang berkaitan dengan studi. "Kenali dulu hal-hal yang berhubungan dengan studi. Rasulullah Saw., bersabda 'lihatlah tetangga/lingkungan sekitar kita dulu, sebelum (membangun/mencari) rumah.."(H.R.ak-Khothib)," jelasnya.


Dalam menginjakkan kaki di perguruan tinggi menjadi gerbang kesuksesan dalam studi dan meraih mimpi-mimpi. "Saatnya mahasiswa mandiri dan belajar dan belajar," tegas guru besar UIN Walisongo tersebut.


Mahasiswa sebagai Agent of Change, menurut Prof Syamsul harus melakukan tiga hal. "Pertama transformsi personal, kedua transformasi intelektual, dan ketiga transformasi kultural," lanjutnya.


Hal itu menurutnya, dilandasi prinsip "Innallaha la yughaiyyuru ma biqumin hatta yughayyiru ma bianfusihim."


Di fakultas ya dipimpinnya, Prof Syamsul menegaskan bahwa FPK menjadi kawah candradimuka. "Maka kita harus memperkuat tri etika kampus, yaitu diniyah, ilmiah dan ukhuwah, membentuk generasi unggul berwawasan moderat dan siap memperkuat NKRI," paparnya.


Untuk itu, mahasiswa sudah saatnya berkenalan dengan berbagai pemikir dan para tokoh Barat dan Timur, sebut saja Al-Ghazali, al-Tabari, Ki Hadjar Dewantara. "Tokoh gizi seperti Ibnu Sayyar al-Waraq, Maryam Jamaludden dan yang lain," tandasnya.


FPK, menurutnya, mengarah pada psikolog dan nutritionist profesional. "Psikologi akan mempelajari perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Sedangkan dalam bidang gizi, dapat mengkaji studi tentang gizi dan penggunaan diet khusus untuk mencegah dan mengobati penyakit," ujarnya.


Kegiatan PBAK FPK UIN Walisongo itu merupakan bagian dari pengenalan dunia akademik, khususnya dalam mendalami bidang psikologi dan kesehatan. (hi)

No comments:

Post a comment