Bawaslu Gandeng PPDI Jepara, Perluas Pengetahuan Pengawasan Pemilu - Soeara Moeria

Breaking

Tuesday, 25 February 2020

Bawaslu Gandeng PPDI Jepara, Perluas Pengetahuan Pengawasan Pemilu

Bawaslu dan Sahabat Difa Jepara kerjasama pengawasan Pemilu.
Jepara, soearamoeria.com - Bawaslu start bersama kelompok disabilitas kuatkan mitra pengawasan Bawaslu Jepara dengan menandatanganan nota kerjasama (MoU) dan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif dengan Kelompok Disabilitas Jepara, Selasa (25/2/2020) di Resto Maribu Jepara.

Kegiatan ini merupakan program Bawaslu di tahun 2020 dalam sosialisasikan pengawasan Pemilu kepada masyarakat, kelompok maupun desa binaan.

Bawaslu menginginkan agar dengan adanya MoU program sosialisasi ini masyarakat terutama sahabat difa (panggilan akrab difabel) memperluas pengetahuan dan cerdas tentang kepengawasan Pemilu. Bawaslu berharap sahabat difa nantinya terus berperan aktif dalam menguatkan dan menegakkan proses demokrasi di Jepara dengan tak memandang keterbatasan fisik.

"Sahabat difa merupakan mitra Bawaslu Jepara dalam pengawasan Pemilu atau Pilkada sehingga kami pandang perlu dilakukan kerjasama (MoU) dan memperdalam wacana pengetahuan tentang kepengawasan melalui pendidikan Pengawasan partisipatif," kata Abd. Kalim Koordinator Div. SDM, Organisasi, Data dan Informasi saat membuka acara.

Abd. Kalim melanjutkan ketika sahabat difa telah memiliki kapasitas pengetahuan ilmu politik kepengawasan.

Sehingga selain diharapkan berperan aktif berpartisipasi  atau menjadi relawan pengawasan terhadap tahapan Pemilu sahabat difa juga dapat menjadi penyelengara Pemilu. Karena sepanjang memiliki kapasitas peluang akan terbuka menjadi penyelenggara Pemilu baik di Bawaslu maupun di KPU.

Di tahun 2020 Bawaslu Jepara memiliki banyak program pendidikan politik terutama sosialisasi partisipatif. Setelah melalui berbagai persiapan kelompok disabilitas adalah kelompok yang diutamakan dalam start program sosialisasi ini. Ke depannya Bawaslu tentu akan melakukan program sosialisasi kepada kelompok masyarakat lain seperti kelompok pemuda, organisasi masyarakat, Bawaslu Go to School dll. Bawaslu Juga rencana akan melanjutkan program kepada 6 desa binaan di Jepara yaitu desa Pengawasan (Papasan, Sowan Kidul dan Kawak) dan desa anti politik uang (Sukodono, Tempur dan Karimunjawa).

“Harapannya masyarakat lebih aktif dan peduli saat proses Pemilu karena Bawaslu pada Tahun 2019 melakukan penangana sebanyak 10 kasus namun 7 dari temuan penagwas dan 3 dari laporan. Namun laporan tidak dari masyarakat partisipan melainkan dari pendukung calon,” pungkas Kalim.

Kurang lebih 100 peserta dalam acara tersebut dibekali materi oleh 3 Pemateri yakni dari dua akademisi dan Bawaslu Jepara. Pertama yaitu Asrori, SE, SKM memberikan materi tentang Peran disabilitas dalam pengawasan Pemilu.

Selanjutnya dari akademisi Dr Wahidullah, MH berkaitan Kepengawasan Pilkada Partisipatif Berbasis Non Diskriminasi. Terakhir Kunjariyanto selaku Koordinator Div. Penanganan Pelanggaran yang menegaskan tentang Pengawasan partisipatif Pemilu bagi disabilitas.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB -12.00 WIB ini mendapatkan apresiasi dari salah satu peserta Yati (46) Kauman dan Indri (40) Ngeling Pecangaan. Mereka berterima kasih telah mengadakan sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif dengan Disabilitas

“Ini adalah ide dan gagasan baik dengan melibatkan kami yang dipandang berbeda, ini harus ini sebaiknya keberlanjutan dan teranggendakan,” papar mereka. (sm)

No comments:

Post a comment