Tekuni Hobi Henna Bisa Jadi Penghasilan - Soeara Moeria

Breaking

Tuesday, 26 March 2019

Tekuni Hobi Henna Bisa Jadi Penghasilan

Yuni Wahyuningsih pegiat Henna. (Foto: Istimewa)
Jepara, soearamoeria.com – Berawal dari nonton film India secara kontinyu membuat Yuni Wahyuningsih (24) hunting tujang henna untuk menghenna di tangannya. Dari situ Yuni begitu perempuan cantik ini kerap disapa semakin penasaran karena dia menilai prosesnya gampang untuk melukiskannya. Dengan belajar secara autodidak dari gambar-gambar henna dan video tutorial di youtube sejak tahun 2015 lalu ia mulai menekuni hobinya itu.

Henna merupakan seni lukis tangan dengan menggunakan pasta henna. Ada yang henna natural yang murni dari daun henna (daun pacar). Ada juga henna white yang terbuat dari body painting. Ada pula henna craft yang digunakan beraneka macam benda.

Orang yang kali pertama dihenna lanjutnya ialah saudaranya saat menikah. “Lamanya melukis tergantung kondisi kulit pengantin. Untuk rata-ratanya 1.5 - 2 jam 2 tangan,” terang perempuan kelahiran Jepara 21 November 1995 ini. 

Untuk ongkosnya anak pertama pasangan Kusro – Lastriasih ini membeberkan henna maroon mulai Rp250.000, white henna 350.000, dan ditambah biaya transpot. Adapun daerah yang sudah pernah dihenna mulai dari Jepara, Demak, dan Semarang.

Bagi alumnus Pendidikan Matematika UIN Walisongo ini hobi henna tidak dijadikannya sebagai profesi utama. Karena dirinya khawatir jika sepi pelanggan dan tidak ada pemasukan. “Jadi ya kujalankan sesenang hati saya saja,” akunya.

Hobi yang digelutinya ini memang tergolong musiman. Musim yang kerap orang request henna saat musim nikah, menjelang hari raya, wisuda, ulang tahun, dan henna for fun.

Dirinya mengaku dengan menekuni hobi henna bisa mengikuti beberapa komunitas. Di antaranya Jepara Henna Artist (JHA), Walisongo Henna Club (WHC), dan Central Java Henna Art (CJ-Heart).

Menurutnya banyak hal yang ia peroleh dari komunitas-komunitas itu. “Melalui beberapa komunitas henna diajari motif, jenis, bahan, dan tantangan belajar. Terus diajarkan juga attitude menghadapi clien,” pungkas perempuan yang tinggal di Troso RT. 3 RW. 8 Pecangaan Jepara ini. (sm)

No comments:

Post a comment