PHRI: Lulusan SMK Pariwisata Belum Menguasai Bahasa Asing

Jepara, soearamoeria.com
Dalam rangka untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih baik, diperlukan sebuah upaya peningkatan mutu pendidikan yang ada. Tolok ukur keberhasilan pendidikan dapat dilihat di antaranya dari daya saing lulusan hasil pendidikan. 

Oleh karena itu, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara yang tergabung dalam Jaringan Penelitian Daerah (Jarlitda) Kabupaten Jepara mengadakan sebuah penelitian yang berkenaan dengan model peningkatan daya saing lulusan SMK.

Laporan hasil kajian terpublikasi dalam Seminar Hasil Penelitian “Model Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK Berbasis Keunggulan Lokal Kabupaten Jepara” diselenggarakan di kantor Bappeda Kabupaten Jepara,  Selasa (04/10/16) pagi.

Berdasarkan data yang dilansir dari Kantor Dikpora Kabupaten Jepara, diketahui rasio peserta didik SMA dan SMK adalah sebesar 36,5 persen berbanding 63,5 persen. 

“Namun demikian, problem permasalahan yang ada adalah belum terserapnya secara maksimal hasil lulusan dari SMK tersebut,“ ungkap Nusrotus Saidah, Tim Peneliti dari Unisnu Jepara. 

Dalam paparan yang juga dihadiri Kepala Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak) Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hendarman disebutkan kompetensi lulusan dari SMK yang bergerak di bidang pariwisata masih belum dapat memenuhi standar kebutuhan tenaga kerja kepariwisataan. 

Oleh karenanya, dibutuhkan sebuah kebijakan yang dapat meningkatkan mutu dan kualitas lulusan SMK Pariwisata agar memiliki daya saing di dunia kerja.

Salah satu peserta seminar dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jepara, Sigit, menanggapi hasil penelitian ini bahwa kendala lulusan SMK Pariwisata di Jepara masih kurang menguasai bahasa Inggris. Hal ini dilihat dari lulusan SMK Pariwisata yang magang di dunia usaha. 

PHRI juga memberikan himbauan kepada SMK Al Hidayah, selaku pelaksana pendidikan kejuruan bidang kepariwisataan agar dapat menambah jurusan yang lebih banyak dan sesuai dengan kepariwisataan. 

“Saya harap, SMK bisa membuka kejuruan yang sesuai dengan pariwisata. Kami siap bekerja sama dengan pihak SMK untuk memberikan materi pembelajaran di sekolah. Kami juga siap menampung lulusan SMK Pariwisata, selama memang mempunyai kompetensi yang mumpuni,” ungkap Sigit.

Kepala Puslitjak Balitbang Kemendikbud, Hendarman menyampaikan, bahwa hasil penelitian dinilai masih belum bisa dioperasionalkan oleh pemangku kebijakan dalam dunia pendidikan, juga pelaku usaha yang berkaitan dengan dunia pariwisata.

Dalam penelitian kebijakan, data penelitian haruslah jelas, tidak menggunakan data yang asal ambil data saja. Dalam penelitian kebijakan, diharapkan ada indikator yang jelas yang akan menjadi pijakan dalam mengambil kebijakan pengembangan pendidikan kejuruan yang akan dijadikan modelnya.

Hendarman menambahkan, untuk rekomendasi yang disampaikan, mestinya harus sudah operasional. “Para stakeholder mintanya itu hasil penelitian yang sudah bisa dilaksanakan secara praktis. Sehingga dapat langsung menjadi kebijakan publik,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Tim Peneliti juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisnu Jepara Purwo Adi Wibowo mengatakan, bahwa kegiatan seminar untuk mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui masyarakat secara luas. 

“Dengan seminar ini, diharapkan dapat diketahui hasil penelitannya dan dapat menjadi referensi bagi pelaku pendidikan kejuruan dan pelaku usaha,” pungkasnya sebagaimana dilansir NU Online. (ed)
PHRI: Lulusan SMK Pariwisata Belum Menguasai Bahasa Asing PHRI: Lulusan SMK Pariwisata Belum Menguasai Bahasa Asing Reviewed by Syaiful Mustaqim on 00:33:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.