Notification

×

Iklan

Iklan

Semarakkan Bulan Bahasa dan Sastra 2026, SMA Negeri 2 Salatiga Gelar Pelatihan Jurnalistik

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 05:52 WIB Last Updated 2026-10-23T22:52:38Z

60 peserta didik SMA Negeri 2 Salatiga ikuti pelatihan jurnalistik yang berlangsung di di Ruang Perpustakaan Dhipa Nazeeya pada Rabu, 21 Oktober 2026. 


Salatiga, soearamoeria.com - SMA Negeri 2 Salatiga menyelenggarakan kegiatan pelatihan menulis jurnalistik di Ruang Perpustakaan Dhipa Nazeeya pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti 60 siswa perwakilan kelas X dan XI SMA Negeri 2 Salatiga. 


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Paryadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa Pelatihan Menulis Jurnalistik ini dilakukan agar siswa SMA Negeri 2 Salatiga memiliki bekal keterampilan menulis. 


“Timbalah ilmu sedalam-dalamnya dan lambungkan cita-cita setinggi-tingginya,” ujar Paryadi dalam sambutan pembukaan di Ruang Perpustakaan Dhipa Nazeeya pada Rabu, 21 Oktober 2026. 


Paryadi menyampaikan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah yang senantiasa bekerja sama dengan SMA Negeri 2 Salatiga. 


Sebelum kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah juga telah melaksanakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi siswa kelas XII SMA Negeri 2 Salatiga. UKBI ini bisa digunakan untuk para siswa mempersiapkan tes kemampuan akademik (TKA). 


“Pada bulan Oktober 2026 ini SMA Negeri 2 Salatiga menyemarakkan Bulan Bahasa dan Sastra dengan beberapa kegiatan, antara lain, Lomba Mading, Lomba Pojok Literasi, dan Pelatihan Menulis Jurnalistik ini,” jelasnya. 


Sementara itu, Agus Sudono, narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, mengatakan bahwa keterampilan menulis perlu diasah sejak dini. SMA Negeri 2 Salatiga telah memberikan bekal kepada siswanya, kelas X dan XI, untuk berlatih menulis dengan baik.

 

“Dalam menulis, kita tidak boleh malas membuka kamus, salah satunya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kalau menemukan kata atau istilah yang belum kita pahami. Kamus juga bisa digunakan, antara lain, untuk menentukan sebuah kata baku atau tidak baku,” pesan Agus Sudono pada peserta pelatihan jurnalistik itu. (ah)

close close