Notification

×

Iklan

Iklan

Lewat Lukis Kaos, TBM Dapur Seni Suarakan Isu Lingkungan dan Warisan Budaya

Jumat, 09 Oktober 2026 | 20:55 WIB Last Updated 2026-10-09T14:17:18Z

Produk lukis kaos karya Citra Dwi Kurniawan, TBM Dapur Seni. 

​Jepara, soearamoeria.com - Kampanye pelestarian alam dan pemajuan kebudayaan lokal tampil beda dalam gelaran Festival Literasi Jepara 2026 yang berlangsung pada 7–9 Oktober 2026. 


Di tengah semarak acara selenggaraan Perpusda Jepara bertema "Literasi Menyala, Jepara Punya Cerita" tersebut, pesan-pesan ekologis dan kearifan lokal disuarakan melalui medium yang tak biasa: busana sehari-hari.


​Aksi ini ditunjukkan lewat performance art melukis kaos secara langsung (long time) di Stand Forum TBM Jepara. Aksi melukis di tempat ini dipandegani oleh Citra Dwi Kurniawan, penggerak TBM Dapur Seni Studio Welahan, yang berkolaborasi dengan PD Forum TBM Kabupaten Jepara.


​Sejak tahun 2014, Citra menggemari konsep kaos sketsa sebagai seni rupa bergerak. Melalui goresan tinta spidol permanen dan cat akrilik, bidang kain kaos diubah menjadi sarana penyampaian ide serta gagasan. 


Setiap orang yang mengenakannya secara otomatis menjadi "baliho berjalan" yang memamerkan visual bermakna, mulai dari tradisi lokal Perang Obor, sosok pahlawan nasional Indonesia, hingga keanekaragaman flora dan fauna sebagai simbol ekologi.


​Produk seni yang unik dan kaya nilai edukasi ini juga dibuka untuk pemesanan sesuai tema kustom dengan kisaran harga Rp150.000 hingga Rp300.000 per lembar.


​Pendekatan budaya dan ekologi melalui karya seni kriya ini mendapat sokongan penuh dari Ketua PD Forum TBM Jepara, M. Ali Burhan. Pihaknya menilai bahwa ruang literasi harus mencakup spektrum yang luas, termasuk seni visual yang membawa wacana sosial dan lingkungan.


​"Literasi budaya merupakan bagian dari kegiatan yang sangat didukung oleh PD Forum TBM Jepara. Literasi ini penting untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif melalui karya seni," terangnya.


​Kolaborasi antara PD Forum TBM Jepara dan TBM Dapur Seni ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan hidup dan penguatan identitas budaya lokal dapat disampaikan secara efektif serta memikat di ruang publik literasi. (ah)

close close