![]() |
| Panggung edukasi bersama Siti Nur Anisah, TBM Capung. |
Jepara, soearamoeria.com - Suasana panggung utama Festival Literasi Jepara 2026 berubah menjadi wadah pementasan yang riuh sekaligus penuh panggung edukasi pada Jumat (9/10/2026).
Tak sekadar menyimak cerita, anak-anak dan remaja diajak langsung memupuk keberanian tampil di depan umum melalui sesi interaktif yang dikemas oleh PD Forum TBM Jepara.
Perhelatan yang diselenggarakan oleh Perpusda Jepara sejak 7 hingga 9 Oktober 2026 dengan tema "Literasi Menyala, Jepara Punya Cerita" ini dimanfaatkan sebagai ajang pembentukan karakter anak.
Sesi panggung yang dimulai pukul 13.00 WIB diawali kolaborasi ikonik antara Tatang dari TBM Lentera—membawa karakter nostalgia Pak Raden dan Si Unyil—serta Siti Nuranisah (Kak Anisa) dari TBM Capung Mambak dengan boneka Mbak Siti.
Selain menyelipkan pesan moral tentang bahaya ketergantungan gadget dan pentingnya membaca buku, panggung mendongeng ini menjadi ajang uji mental yang efektif bagi anak-anak.
Melalui kuis pengetahuan interaktif, Kak Anisa memancing audiens dari kalangan anak-anak, remaja, hingga pengunjung stan untuk mengalahkan rasa canggung dan naik ke atas panggung.
Keberhasilan salah satu peserta, Kak Aisyah, yang memberanikan diri maju dan menjawab pertanyaan hingga meraih reward, menjadi momentum yang memperlihatkan bagaimana ruang literasi mampu mengasah rasa percaya diri anak secara alami.
Ketua PD Forum TBM Jepara, M. Ali Burhan, menegaskan bahwa pengembangan potensi literasi di daerah harus menyentuh sisi pembentukan mental dan karakter positif anak.
"Dongeng adalah media edukasi yang sangat efektif untuk menanamkan karakter positif anak," tegas M. Ali Burhan.
Ia menambahkan bahwa inovasi metode yang adaptif dan menyenangkan seperti ini sangat dibutuhkan agar generasi muda kembali bergairah meramaikan perpustakaan serta Taman Bacaan Masyarakat (TBM). (ah)
