![]() |
| Pelaksanaan Pelatihan Tahap I Daerah Pra Pemberangkatan ke Jepang resmi ditutup pada Kamis (22/10/2026). |
Banyumas, soearamoeria.com - Pelaksanaan Pelatihan Tahap I Daerah Pra Pemberangkatan ke Jepang resmi ditutup pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan penutupan yang berlangsung penuh khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya Penasihat Program IM Japan, Nita Apriliawati; Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto; Ketua MKKS SMK Ma’arif Kabupaten Banyumas, Fatkhul Aziz; Kepala SMK Ma'arif NU 1 Sumpiuh; Pimpinan LPK Kintaro selaku mitra pendamping; serta para orang tua peserta.
Dalam laporan pelaksanaannya, Ketua Panitia, Lisdiana, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program pelatihan yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 26 Oktober 2026 dapat terealisasi hingga 100 persen. Dari serangkaian evaluasi ketat yang dilakukan selama pelatihan di Kabupaten Banyumas, sebanyak 38 peserta dinyatakan lulus dan memenuhi standar kelulusan bahasa Jepang.
Lisdiana mejelaskan detail dinamika peserta selama proses pelatihan, di mana terdapat 8 peserta yang mengundurkan diri, 3 peserta mengajukan penangguhan, 6 peserta dirumahkan karena belum memenuhi nilai standar tes evaluasi pertama. Dari total peserta yang ada, sebanyak 22 orang di antaranya bahkan telah mengantongi kontrak kerja.
Saat ini, para peserta yang lulus diminta menunggu di daerah asal masing-masing hingga menerima panggilan resmi untuk melanjutkan ke Pelatihan Tahap II di Pusat. Agar kualitas peserta tetap terjaga, panitia membekali mereka dengan tugas mandiri (PR) bahasa Jepang yang mencakup materi Hiragana, Katakana, tata bahasa, pembentukan sikap magang, hingga kemampuan bahasa Jepang Level 4. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan fisik maupun mental peserta saat dipanggil ke tingkat pusat nantinya.
Sementara itu, Kepala Disnakerin Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto, memberikan motivasi mendalam bagi para peserta. Ia menegaskan bahwa kelulusan 38 peserta ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang sesungguhnya.
"Kelulusan ini adalah awal yang baru. Persiapkan diri sebaik-baiknya, tingkatkan kebugaran fisik, jaga kesehatan, kedisiplinan, integritas, dan terus pelajari budaya Jepang. Jaga nama baik keluarga dan negara. Semoga setelah pulang dari Jepang nanti, adik-adik sekalian bisa menjadi juragan dan meraih kesuksesan," ujar Wahyu penuh harapan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah berjuang keras. Ia menegaskan komitmen LP Ma’arif NU Jateng untuk terus mendukung program pemagangan pemerintah demi masa depan generasi muda.
"LP Ma’arif NU Jateng telah mendapatkan apresiasi baik dari Kemnaker maupun IM Japan. Karena itu, jaga kepercayaan ini dengan baik melalui perilaku dan etika yang santun. Kami juga memohon kepada bapak dan ibu orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya," tutur Fakhruddin.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak SMK Ma’arif NU 1 Sumpiuh atas fasilitasi tempat, seluruh panitia, serta LPK Kintaro yang telah setia mendampingi dan menyukseskan program pelatihan ini. (ah)
