Notification

×

Iklan

Iklan

Hafidz Muksin: Kemampuan Berpikir Kritis Perlu Terus Ditingkatkan

Rabu, 17 Juni 2026 | 23:03 WIB Last Updated 2026-06-17T16:03:25Z

Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis bagi Murid SMA/SMK di Kabupaten Purworejo di Aula SMA Negeri 1 Purworejo pada Kamis, 11 Juni 2026. 


Purworejo, soearamoeria.com - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis bagi Murid SMA/SMK di Kabupaten Purworejo di Aula SMA Negeri 1 Purworejo pada Kamis, 11 Juni 2026. 


Kegiatan ini diikuti seratus siswa dari sebelas SMA dan SMK di Kabupaten Purworejo. Turut hadir Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum.; Kepala Subbagian Umum, Ngatirah, S.E., M.Si.; serta Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Maryanto, S.Pd., M.Sc.


Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., mengajak peserta untuk mengingat kembali Sumpah Pemuda yang diikrarkan oleh para pejuang bangsa sebagai tonggak persatuan bangsa Indonesia. 


Semangat Sumpah Pemuda harus terus digelorakan bersama karena tanpa adanya Sumpah Pemuda, kemerdekaan Indonesia tidak akan terwujud.


“Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan memiliki fungsi penting dalam menyatukan semangat dan memperkuat persatuan bangsa,” ujar Hafidz Muksin dalam sambutannya di Aula SMA Negeri 1 Purworejo pada 11 Juni 2026.


Selain itu, lanjut Hafidz, berdasarkan hasil PISA 2022, rata-rata kemampuan literasi Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia. Meskipun peserta didik sudah memiliki kemampuan membaca, kemampuan berpikir aras tinggi masih perlu terus ditingkatkan. 


“Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sangat penting untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia bagi peserta didik maupun guru,” ujarnya.


Hafidz menjelaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami bacaan. Dengan begitu, kemampuan tersebut dapat meningkatkan daya imajinasi serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. 


“Di era digital saat ini kita harus mampu menyaring informasi yang benar dan yang salah,” jelasnya.


Dalam sambutannya Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX, Maryanto, S.Pd, M.Sc., menyatakan bahwa peningkatan literasi masih menjadi pekerjaan rumah bersama dengan berbagai tantangan yang dihadapi. 


Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis informasi secara kritis.


“Penggunaan media sosial oleh anak-anak perlu mendapat perhatian bersama. Oleh karena itu, bapak dan ibu guru dapat ikut menyimak serta mendampingi siswa dalam meningkatkan kemampuan literasi,” ungkapnya. 


Kegiatan Membaca Kritis secara tatap muka ini akan dilanjutkan dengan kegiatan daring selama satu bulan ke depan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pendampingan berkelanjutan dalam peningkatan kompetensi membaca kritis peserta. (as)

close close