Wajah Baru Lokalisasi Dolly - Soeara Moeria

Breaking

Thursday, 2 January 2020

Wajah Baru Lokalisasi Dolly

Hellanda Widiyanti.

Oleh : Hellanda Widiyanti, mahasiswi Universitas Islam Malang Fakultas Ilmu Administrasi Prodi Ilmu Administrasi Negara

Gang Dolly merupakan salah satu tempat bagi pekerja seks komersial (PSK) yang mana tempat ini adalah lokalisasi terbesar se-Asia. Lokalisasi ini terletak di Kota Surabaya, Jawa Timur. Akan tetapi, pada tahun 2014 tempat ini ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya yaitu Tri Rismaharini.

Alasan Pemerintah Kota Surabaya menutup tempat ini yaitu maraknya seks bebas serta penyakit menular seksual yang merajalela di daerah tersebut. Serta alasan terkuat yang menyebabkan lokalisasi ini ditutup setelah banyaknya korban anak laki-laki yang mengonsumsi seks pada usia dini, begitu pula anak perempuan belia yang dijual melalui teman sebayanya. Maraknya juga penyebaran penyakit HIV/AIDS di daerah tersebut yang pada akhirnya Tri Rismaharini resmi menutup tempat tersebut pada tahun 2014.

Walaupun penutupan tempat tersebut yang dilakukan oleh walikota Tri Rismaharini menuai banyak pro dan kontra serta terjadinya penolakan dari masyarakat dia daerah tersebut. Akan tetapi, pemerintah Kota Surabaya tetap menutup tempat tersebut agar tidak banyak yang terkena virus, serta mengurangi korban anak-anak yang sejak dini sudah merasakan seks bebas. Karena  itulah, Dolly sangat perlu untuk dihapus. Namun, menghapus Dolly memang sebuah prestasi yang sangat menakjubkan akan tetapi, belum tentu kegiatan yang ada di dalam sana sudah tidak bisa berjalan  kembali. 

Walaupun tempat tersebut sudah ditutup, masih banyak  pula masyarakat daerah tersebut masih banyak yang bekerja sebagai pekerja seks komersial. Banyak dari mereka yang diam-diam  masih menerima pelanggan. Walaupun pintu masuk sudah tertulis ditutup, tapi aktivitas transaksi didalamnya masih berlangsung. 

Mereka melakukan  aktivitas tersebut secara diam-diam agar tidak ketahuan oleh pemerintah. Akan tetapi, bagi masyarakat Dolly yang tidak ingin berhenti bekerja sebagai prostitusi mereka lebih memilih pergi ke daerah asal mereka dan mereka mulai mendirikan tempat prostitusi di daerah mereka masing-masing.

Dan tempat tersebut dialihfungsikan supaya bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan agar masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan. Tempat tersebut dialih fungsikan sebagai taman serta untuk tempat wisata. Dengan dialihfungsikannya tempat tersebut sebagai tempat wisata dapat membantu masyarakat dalam menambah pemasukan atau pendapatan mereka serta dapat membangkitkan  perekonomian pada daerah tersebut.

Selain dijadikan tempat wisata, pada tempat tersebut juga didirikan koperasi-koperasi yang mana dikelola sendiri oleh masyarakat sekitar. Dengan dialihfungsikannya tempat tersebut menjadi tempat wisata menyebabkan perekonomian Kota Surabaya semakin tahun semakin meningkat. Yang mana hal tersebut juga disebabkannya banyak masyarakat datang ke tempat bekas lokalisasi itu untuk berwisata. Dengan adanya tempat ini sebagai pusat perekonomian serta tempat wisata di Surabaya menyebabkan peningkatan perekonomian di Kota Surabaya itu sendiri. Hal ini lah yang juga dapat menyebabkan Kota Surabaya semakin meningkat perekonomiannya setiap tahun.

Selain pemerintah mengalih fungsikan Dolly sebagai tempat wisata, pemerintah juga membuat Dolly bangkrut secara bertahap. Hal yang dilakukan yaitu dengan memberikan kompensasi berupa uang kepada mucikari dan petugas yang masih meloloskan PSK yang akan melakukan transaksi. Selain itu, pemerintah juga memberlakukan sistem yang mana setiap orang yang akan masuk tempat tersebut harus menunjukkan KTP mereka. Apabila hal tersebut masih saja belum dapat mengatasi maraknya prostitusi didaerah tersebut maka, pemerintah menyiapkan petugas-petugas di setiap tempat yang diyakini banyak PSK yang melakukan transaksi dan mereka  juga meminta KTP serta memberikan sedikit pertanyaan kepada pengguna jasa seks. Yang mana cara ini dijamin ampuh guna mengatasi prostitusi yang selama ini berlangsung di Dolly.

Cara lain yang dapat dilakukan yaitu memberikan pelatihan kerja kepada PSK agar mereka tidak bekerja seperti itu lagi. Dengan adanya pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah ini juga nantinya diharapkan dapat memberikan sedikit keterampilan kepada masyarakat di daerah tersebut khususnya yang dulu bekerja sebagai PSK. Hal tersebut diharapkan dapat membantu perekonomian mereka serat dapat mendirikan lapangan pekerjaan baru bagi mereka-mereka atau masyarakat yang ada di daerah Dolly tersebut.  Dapat juga memberikan kompensasi kepada pedagang atau mucikari di daerah tersebut agar mereka dapat berjualan ditempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah Kota Surabaya.

Cara utama yaitu pemerintah harus memberikan penyuluhan bagaimana bahayanya seks bebas, apa saja dampak yang akan ditimbulkan sehingga mereka akan sadar dengan adanya sex education yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Alternatif  lain yang yang dapat digunakan oleh pemerintah yaitu membeli rumah pemilik wisma atau membeli rumah yang sering kali digunakan sebagai penyedia jasa prostitusi dan tidak memberikan kompensasi dana penutupan tempat tersebut. Atau dapat juga melakukan perobohan wisma yang mana digunakan untuk pelebaran  jalan atau fasilitas umum lainnya yang membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dari segi sarana dan prasana. (*)

No comments:

Post a comment